Selasa, 10 Desember 2019 |
Loading the player...
Selasa, 26 November 2019
Kementerian PUPR Akan Bangun 8.465 Unit Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Palu Hingga Desember 2020
Palu - Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR berupaya sekuat tenaga mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap), sebagai pengganti dari Hunian Sementara agar masyarakat bisa pindah kehunian yang lebih baik dan aman. Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pihaknya berupaya sekuat tenaga mempercepat pembangunan Huntap, agar masyarakat bisa pindah kehunian yang lebih baik dan aman. "Sebagai pengganti Hunian Sementara (Huntara) yang telah dibangun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana akan membangun sebanyak 8.465 unit Hunian Tetap (Huntap) dari target keseluruhan sebanyak 11.465 Unit," katanya saat ditemui di Palu, Senin (28/10/2019). Arie mengatakan, kebutuhan lahan untuk membangun huntap tersebut adalah seluas 427,4 hektar dan pembangunanya tersebar dibeberapa tempat yakni di Duyu sebanyak 450 unit, di Tondo – Talise 4.878 unit, di Pombawe sebanyak 3.000 unit, serta Huntap Satelit sebanyak 3.460 unit," pembangunan hunian tetap ini melibatkan beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang berencana membangun sebanyak 3.000 unit rumah di daerah Tondo, "ujarnya. Dari 8.465 unit yang akan disediakan, Arie mengatakan bahwa 1.600 di antaranya akan masuk ke pembangunan tahap pertama dan akan dibangun mulai akhir tahun ini dan diperkirakan bisa selesai pada April 2020. Sementara sebanyak 6.400 unit sisanya akan dibangun sampai akhir 2020" jelas Arie. "Pada tahap awal akan dilakukan sebanyak 1.600 unit menggunakan teknologi rumah tahan gempa yakni Risha tipe 36 dengan biaya pembangunan Rp 50 juta per unit,” tambah Arie. 'Huntap konsepnya adalah rumah tumbuh. Kami juga tengah membahas usulan warga yang membutuhkan luasan rumah lebih besar karena jumlah anggota keluarganya banyak, sehingga diharapkan bisa dikerjakan dari awal pembangunan huntap,” ujar Arie. Arie menambahkan, selain itu dibangun huntap Satelit yang dibangun di Desa Loru Kabupaten Sigi sebanyak 100 unit, Desa Sibalaya Utara Kabupaten Sigi 40 unit, Desa Lambara Kabupaten Sigi 100 unit, Desa Bangga Kabupaten Sigi 400 unit, Desa Salua Kabupaten Sigi sebanyak 200 unit, Kelurahan Ganti Kabupaten Nelayan sebanyak 125 unit, dan Desa Lompio Kabupaten Donggala sebanyak 230 unit. Pembangunan Huntap juga dilengkapi jalan lingkungan selebar 3 meter, menggunakan Beton serta utilasi lainnya seperti drainase, gorong-gorong, dan pedestrian. Selain hunian untuk masyarakat, Kementerian PUPR juga merehabilitasi beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Undata (Kota Palu), Rumah Sakit Anutapura (Kota Palu), Rehabilitasi Rumah Sakit Tora Belo (Kabupaten Sigi), Puskesmas Tipo (Kota Palu), dan Instalasi Farmasi Provinsi Sulteng (Kota Palu). Kemudian juga merekonstruksi sekolah dan madrasah seperti di Kabupaten Donggala sebanyak 22 sekolah dan 14 madrasah, Kota Palu sebanyak 7 sekolah dan 2 madrasah, Kabupaten Sigi sebanyak 11 sekolah dan 19 madrasah, serta di Kabupaten Parimo sebanyak 2 sekolah dan 6 madrasah.

 




Selasa, 26 November 2019
Kementerian PUPR Akan Bangun 8.465 Unit Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Palu Hingga Desember 2020
Palu - Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR berupaya sekuat tenaga mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap), sebagai pengganti dari Hunian Sementara agar masyarakat bisa pindah kehunian yang lebih baik dan aman. Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pihaknya berupaya sekuat tenaga mempercepat pembangunan Huntap, agar masyarakat bisa pindah kehunian yang lebih baik dan aman. "Sebagai pengganti Hunian Sementara (Huntara) yang telah dibangun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana akan membangun sebanyak 8.465 unit Hunian Tetap (Huntap) dari target keseluruhan sebanyak 11.465 Unit," katanya saat ditemui di Palu, Senin (28/10/2019). Arie mengatakan, kebutuhan lahan untuk membangun huntap tersebut adalah seluas 427,4 hektar dan pembangunanya tersebar dibeberapa tempat yakni di Duyu sebanyak 450 unit, di Tondo – Talise 4.878 unit, di Pombawe sebanyak 3.000 unit, serta Huntap Satelit sebanyak 3.460 unit," pembangunan hunian tetap ini melibatkan beberapa pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang berencana membangun sebanyak 3.000 unit rumah di daerah Tondo, "ujarnya. Dari 8.465 unit yang akan disediakan, Arie mengatakan bahwa 1.600 di antaranya akan masuk ke pembangunan tahap pertama dan akan dibangun mulai akhir tahun ini dan diperkirakan bisa selesai pada April 2020. Sementara sebanyak 6.400 unit sisanya akan dibangun sampai akhir 2020" jelas Arie. "Pada tahap awal akan dilakukan sebanyak 1.600 unit menggunakan teknologi rumah tahan gempa yakni Risha tipe 36 dengan biaya pembangunan Rp 50 juta per unit,” tambah Arie. 'Huntap konsepnya adalah rumah tumbuh. Kami juga tengah membahas usulan warga yang membutuhkan luasan rumah lebih besar karena jumlah anggota keluarganya banyak, sehingga diharapkan bisa dikerjakan dari awal pembangunan huntap,” ujar Arie. Arie menambahkan, selain itu dibangun huntap Satelit yang dibangun di Desa Loru Kabupaten Sigi sebanyak 100 unit, Desa Sibalaya Utara Kabupaten Sigi 40 unit, Desa Lambara Kabupaten Sigi 100 unit, Desa Bangga Kabupaten Sigi 400 unit, Desa Salua Kabupaten Sigi sebanyak 200 unit, Kelurahan Ganti Kabupaten Nelayan sebanyak 125 unit, dan Desa Lompio Kabupaten Donggala sebanyak 230 unit. Pembangunan Huntap juga dilengkapi jalan lingkungan selebar 3 meter, menggunakan Beton serta utilasi lainnya seperti drainase, gorong-gorong, dan pedestrian. Selain hunian untuk masyarakat, Kementerian PUPR juga merehabilitasi beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Undata (Kota Palu), Rumah Sakit Anutapura (Kota Palu), Rehabilitasi Rumah Sakit Tora Belo (Kabupaten Sigi), Puskesmas Tipo (Kota Palu), dan Instalasi Farmasi Provinsi Sulteng (Kota Palu). Kemudian juga merekonstruksi sekolah dan madrasah seperti di Kabupaten Donggala sebanyak 22 sekolah dan 14 madrasah, Kota Palu sebanyak 7 sekolah dan 2 madrasah, Kabupaten Sigi sebanyak 11 sekolah dan 19 madrasah, serta di Kabupaten Parimo sebanyak 2 sekolah dan 6 madrasah.

 




Video Terkait
Video Terkait